reinildaa11s's blog

Satwa liar, salah satu “Megabiodiversity” Indonesia-ku

October 1st, 2011 · No Comments

 

Mayarakat tradisional yang ada di dalam kawasan konservasi sangat berperan penting terhadap kelestarian satwa liar yang ada di dalam kawasan tersebut, baik dalam pemanfaatan maupun interaksi. Penelitian yang dilaksanakan di Desa Padang Bujur, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan,

Sumatera Utara pada tanggal 14 Juli 2008 sampai 2 Agustus 2008 ini bertujuan untuk menggambarkan kearifan masyarakat adat Padang Bujur dalam pemamfaatan sumberdaya alam. Metode pengambilan data yang digunakan adalah metode wawancara dan observasi lapangan. Hasil dan pembelajaran yang dilakukan adalah masyarakat p

adang bujur memamfaatkan satwa liar untuk upacara adat, simbol keturunan, perdagangan, pemeliharaan, bahan kerajinan, dikonsumsi dan sebagai hewan sakral. Sehingga, kearifan masyarakat ini sangat turut membantu dalam upaya konservasi di kawasan konservasi

Sumber : Hasibuan, Muhrina A.S.; Manurung, Jeffri; Fauzi, Irham; Tajalli, Arief. 2009. Pemanfatan Satwa Liar oleh Masyarakat Lokal di Cagar Alam Dolok Sibuali-Buali, Sumatera Utara. Institut Pertanian Bogor. Bogor

URL : http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/20234

 

→ No CommentsTags: General

Pertanian Indonesia

August 10th, 2011 · No Comments

Sektor pertanian merupakan sektor dasar dalam struktur pembangunan Nasional. Dalam sektor pertanian memiliki banyak pengembangan seperti halnya dengan ilmu pertanian seperti sektor agribsnis, perkebunan, perikanan, peternakan dan lain sebagainya sehingga dapat menampung banyak tenaga kerja. Namun karena kurangnya perhatian pemerintah terhadap sektor yang berperan strategis ini, program-program pembangunan pertanian tidak terlaksana secara maksimal.
Perkembangan pertanian Indonesia saat ini belum dapat menyejahterakan penduduk Indonesia secara total. Meski produk pertanian Indonesia bervariasi mulai dari hasil pertanian, perkebunan, perikanan, hutan, namun pengolahan dan pemakaian masih kurang. Dapat dilihat dengan masih banyaknya produk pertanian yang di impor dari luar negeri.
Kondisi pertanian Indonesia semakin melemah bukan hanya karena kurangnya perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap sektor ini, tetapi juga karena semakin berkurangnya lahan pertanian seluruh Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Lahan-lahan tersebut digunakan untuk lahan pemukiman penduduk, industri pabrik, mall dan apartemen serta lain sebagainya yang digunakan untuk sarana penunjang kehidupan masyarakat. Kelemahan pada pembangunan pertanian di masa lalu terjadi pada lemahnya dukungan kebijakan makro serta pendekatannya yang sentralistik, sehingga saat ini usaha pertanian masih didominasi oleh usaha dengan skala kecil, modal yang terbatas, penggunaan teknologi yang masih sederhana, sangat dipengaruhi oleh musim, wilayah pasarnya local, umumnya berusaha dengan tenaga kerja keluarga sehingga menyebabkan terjadinya involusi pertanian (pengangguran tersembunyi), akses terhadap kredit, teknologi dan pasar sangat rendah.seta pasar komoditi pertanian yang sifatnya mono/oligopsoni yang dikuasai oleh pedagang-pedagang besar sehingga terjadi eksploitasi harga yang merugikan petani. Kelemahan dalam sektor Pertanian Indonesia sebenarnya dapat diatasi dengan pengelolaan yang baik dalam sumber daya manusia maupun sumber daya alamnya sehingga kekayaan alam Indonesia dalam berbagai sektor dapat menunjang dan mengembangkan kehidupan masyarakat.

→ No CommentsTags: General

Kondisi dan Hasil Pertanian di Surabaya

August 7th, 2011 · No Comments

Salah satu kota besar di Jawa Timur adalah Surabaya. Beberapa kawasan yang terdapat di Jawa Timur antara lain permukiman, sawah dan tegalan, perkebunan, hutan, perikanan, peternakan dan sebagainya. Di wilayah Surabaya, kawasan yang menjadi mayoritas adalah perikanan dan pertanian. Namun, kondisi pertanian di Surabaya saat ini sungguh memprihatinkan. Lahan pertanian di Surabaya seluas 1.200 hektare, sekitar 5-10 hektare lahan pertanian telah mengalami penyusutan tiap tahunnya, dan akan diperkirakan lahan tersebut akan habis dalam jangka waktu 24 tahun yang akan datang. Berdasarkan kutipan pada antara news,Jawa Timur, hal ini disebabkan karena lahan dipergunakan untuk perumahan, industri dan sebagainya
Belum ada upaya dalam mempertahankan lahan pertanian karena terkait dengan peraturan daerah. Satu-satunya upaya yang dilakukan Dinas Pertanian saat ini untuk mempertahankan petani di Surabaya adalah dengan menerapkan program “urban farming”. Meskipun ada keterbatasan lahan, para petani yang bertempat tinggal di kota besar seperti Surabaya masih bisa tetap bertani. Urban farming meliputi holtikultura dan kolam ikan. Pada sistem holtikultura, bantuan benih tanaman diberikan pada masyarakata untuk kemudian dikembangkan dengan media pot atau sejenisnya. Begitu pula dengan bibit ikan untuk sistem kolam ikan sehingga dapat dibudidayakan. Meski sistemnya seakan menggunakan kolam, pada kenyataannya budidaya ini tidak menggunakan kolam ikan sebagai sarananya, melainkan dengan memanfaatkan media terpal. Penyebabnya sama dengan berkurangnya lahan pertanian, tidak memungkinkan masyarakat untuk membuat lahan kolam ikan.
Beberapa produk unggulan dari Surabaya antara lain dalam bidang perikanan tangkap dan perikanan budidaya yang diekspor ke manca negara adalah Keting dan Bandeng. Hasil perikanan Keting berada pada wilayah kelurahan Tambak Wedi di Surabaya sedangkan Bandeng berada pada wilayah kelurahan Romokalisari.

Reinilda Alwina (B04110101)

→ No CommentsTags: General